Selasa, 19 Agustus 2014

halte tarbiyah

beberapa hari ini blog tak diberi siraman ilmu. tulisan seolah mampet karena si empunya blog tengah sibuk dengan dunianya. dengan kerjaannya. dengan kehidupan pribadinya. juga dengan mimpi dan cita-citanya.

tapi sekarang, alhamdulillah ada waktu kembali untuk merapat lagi. menghias kembali laman blog saya supaya para pembaca setia tidak ngibrit dan berpaling lari ke blog orang lain. pede aja kalo blog-nya rutin dibaca oleh satu dua pembaca yang emang senang dengan blog ini. hehehe :p

ibarat sebuah halte, dimana merupakan tempat berhenti sementara bis-bis yang akan mengangkut atau menurunkan penumpang, seperti itulah sebetulnya tujuan blog ini. saya ingin blog ini menjadi tempat pemberhentian saya dan juga pembaca untuk sejenak merenung dan menghayati isi dari tulisan yang ada di dalamnya. sejujurnya saya menulis hal-hal yang saya kira bisa bermanfaat untuk kawan-kawan, tapi sebesar apa manfaatnya, sila nilai sendiri. tapi setidaknya semoga kawan-kawan yang mampir ke blog ini mendapatkan asupan nutrisi baru untuk menjalani kehidupan. mampirlah sini ke halte #ceritaku_inspirasimu :)


nah… tentunya supaya si blog ini juga bisa terus menutrisi, maka si empunya blog pun harus terus mau belajar hal baru. harus terus mau meningkatkan ilmu dan pengetahuannya. tak peduli alasan apapun. karena untuk bisa menginspirasi lewat tulisan, saya meyakini bahwa value dari si penulisnya itu sendiri harus kuat dan kokoh sebagai inspirator. dan untuk mendapatkan modal itu, saya pun selalu berhenti sementara. singgah sementara di sebuah halte. berhenti sejenak untuk sekadar merenung kembali, menutrisi hati kembali, dan mengisi energi kembali dengan cara yang saya yakini. saya selalu berhenti secara rutin di sebuah halte bernama “halte tarbiyah”.

ada yang unik dengan halte ini. saya selalu bersemangat berhenti di halte ini. apa pasal? karena saya selalu merasa terbangkitkan kembali dari futur-nya aktivitas. ada setetes embun wangi yang selalu membersihkan kekotoran jiwa tatkala saya berada di halte ini. tersematkan sejumput cita dan karsa untuk bertindak lebih manakala saya berhenti sejenak di halte ini. ya, di halte tarbiyah. 

bagaimanapun hebatnya saya dalam membentengi iman, tetap saja gempuran dari luar begitu mudah menerobos iman nan lemah ini. sebanyak apapun ilmu yang saya miliki, tapi tetap saja lingkungan berlabel materialisme yang begitu kuat menampak dalam kehidupan ini kadang membuat saya tersilaukan dan lupa akan hakikat hidup. ya, saya banyak teledor dan banyak lupa. sedikit ingat dan sedikit disiplin. karenanya saya perlu tempat berhenti. saya perlu sebuah tempat untuk berdamai kembali dengan hati. saya perlu tempat untuk penjernihan pikir dan pendewasaan sikap. saya perlu berada di sebuah halte. dan saya sebut halte itu adalah halte tarbiyah. ya, halte tarbiyah.

hati ini perlu senantiasa diberi pupuk supaya bisa tumbuh menjadi indah. hati ini senantiasa perlu ditambal dengan sinar laser yang bersumber dari wahyu supaya tetap bisa menginspirasi. dan hati ini juga perlu senantiasa disirami dengan ilmu dan iman supaya tetap bisa ingat akan tujuan hidup yang sebenarnya. saya butuh itu semua. dan alhamdulillah saya selalu ingat dan merindukan akan bisa mendapatkan itu semua ketika saya berada di sebuah halte. ya, halte tarbiyah.

kawan-kawan, punya halte juga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar