Sabtu, 06 September 2014

memori yang ternyata terbatas

beberapa minggu sudah tak menulis.
ide yang bergelayutan, sebagian ada yang terpaksa menguap tak bisa tertangkap kembali.
itulah keterbatasan pikiran manusia. ya, karena saya masih seorang yang memiliki keterbatasan.
kapasitas memori otak saya nyatanya tak cukup besar untuk menampung banyak hal.
maunya hanya perkara ALLAH dan ibadah saja yang selalu tertampung dan mendapat porsi besar di bagian otak, tapi ah pantaskah saya yang masih "begini" untuk benar-benar hanya fokus pada 2 perkara tersebut?

nyatanya banyak hal lain yang lebih diprioritaskan. lagi-lagi, saya tertunduk malu apakah amal ibadah yang saya punya bisa membeli surga yang saya harapkan? tampaknya belum. baguslah saya masih sadar...

wahai memori, cukuplah dengan kapasitasmu yang tak seberapa tersebut, untuk simpan selalu nama-Nya dan benamkan selalu ibadah pada lobus terbesar yaaa... :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar