Selasa, 02 Juni 2015

alay itu...

saya baru saja mengganti photo profil di aplikasi WhatsApp dengan sebuah photo tahun 2014 ketika ada acara di kantor. salah satu teman chat saya kemudian mengomentarinya dan saya langsung saja bilang bahwa itu photo "alayoung". istilah yang tiba-tiba muncul sebagai paduan dari alay dan young, yaitu anak muda dengan kelebihannya (menurut suhadi). hehehehe.

seringkali sebagian orang memandang sebelah mata dengan orang-orang alay. yang joget-joget nggak jelas di acara musik pagi dengan jurus kucek-kucek jemur-jemur, yang photo narsis dengan gaya lebay sampai tidak bisa didefinisikan, yang pengen eksis pakai baju kuning gonjreng dipadu celana merah menyala dan sepatu hijau bertali coklat, yang nulis-nulis dengan kombinasi huruf, angka dan tanda baca seperti sandi dari planet jupiter, dan lain sebagainya. (nah ini contoh tulisan anak alay alias berlebihan. hahaha tapi faktanya demikian bukan? :p)

jika dikembalikan dengan definisi saya di atas, ya itulah anak muda dengan kelebihannya. merekalah gambaran "alayoung" yang terpatri dalam benak dan mindset kebanyakan orang. tinggal mungkin kita bijak menilai apakah kelebihannya tersebut adalah sesuatu yang baik atau buruk.

wajar mungkin orang-orang seperti itu dinilai dengan sebutan anak lebay atau alay karena memang agak berlebihan dan dinilai kurang tepat menempatkan sesuatu pada posisi seharusnya. terlihat kurang matching dengan norma ketimuran yang masih begitu kental di indonesia.

bagi orang yang memang hanya melihat dari satu sisi saja ya sah-sah saja. tapi saya justru ingin melihat dari sudut pandang lain. anak-anak dengan sebutan alay ini biasanya masih berusia muda alias "young". dan kita semua tentunya pernah juga merasa muda bukan? bisa jadi, ketika kita muda pun sebetulnya kita juga alay, hanya saja dalam bentuk yang berbeda. mungkin lho ya :) #pembelaan. hahaha

saya menilai bahwa ciri-ciri seseorang yang berusia dan berjiwa "young", biasanya mereka memiliki daya kreativitas yang begitu mumpuni, mereka ingin mengekpresikan dirinya dengan gaya yang dinilainya pantas, mereka merasa gatal ingin menjadi pusat perhatian. sayangnya, bentuk-bentuk tersebut dalam periode 1-5 tahun belakangan ini dikejewantahkan dengan gaya dan ekspresi lebay kekinian yang saya sebutkan di atas.

pembahasan mustinya tidak berhenti di situ. bukan kemudian akhirnya "alayoung" yang saya maksud adalah sudah sesuai dengan figur yang saat ini tengah hits. melainkan sebagai seorang manusia yang selalu berusaha taat kepada ALLAH, maka saya punya standard dan kriteria khusus untuk menjadi seorang "alayoung". apa sajakah itu? yuk mari, kakak ditengok tulisannya! *nah ini alay masa kini juga. hahaha.

alayoung itu penuh mimpi dan cita-cita
seorang alayoung harus memiliki banyak keinginan, mimpi dan cita-cita. karena itulah ia merasa hidup, ingin mengekspresikan dirinya dan dinilai hebat miliki banyak prestasi dan cita-cita. berani beda selama masih dalam koridor aturan dari Sang Maha.

alayoung itu berwawasan luas
seorang alayoung harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. ia merasa malu ketika berbicara dengan senior atau juniornya, tapi plengak-plengok tidak mengerti, tidak kekinian dan kurang greget akan topik yang sedang "in". hehehe. karenanya ia selalu termotivasi untuk selalu membaca apapun, baik dari kitab suci, buku, situs internet, pengalaman, fenomena yang ada, dan lain sebagainya.

alayoung itu kreatif
seorang alayoung itu banyak ide, tapi sebisa mungkin munculkan ide yang positif dan eksekusi ide yang positif juga, sedangkan jika negatif lebih baik dihindari. jadi kata kuncinya adalah kreatif yang bisa memberikan dampak dan kontribusi positif untuk sekitar. itu!

alayoung itu menginspirasi
seorang alayoung bisa menjadi inspirasi bagi senior maupun juniornya. perkataannya menentramkan, sikapnya mencerahkan. nah kalo anak muda alay begini, kan dengernya aja happy dan elegan kan ya?

itu adalah alayoung versi saya. daripada hanya mencibir mereka-mereka anak muda yang alay masa kini, mendingan saya share dan menulis ini supaya menjadi inspirasi senior maupun junior. harapannya, jika sekarang tengah hits berlaku mindset alay yang "begitu", selaku anak muda yuk ganti dan robohkan mindset tersebut dengan sebaliknya, supaya orang lain tahu bahwa anak muda alay juga ada yang positif, dan sejatinya masih cukup banyak kok anak-anak muda yang alay tapi di jalur yang "anti mainstream". so, jangan pesimis bahwa masa depan akan hancur karena melihat generasi muda kekinian yang alay joget, alay photo dan alay tulisan berkode aneh, karena masih banyak anak muda yang alaynya hebat dan positif. insya ALLAH.


terakhir,
untuk para alayoung jalur kekinian, itulah cara kalian dan tentunya kalian sudah cukup dewasa untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk.

untuk para alayoung jalur anti mainstream, teruslah berbenah dan manfaatkan masa muda dengan menebar rahmat dan manfaat.

karena masa muda kita, kita yang tentukan! dan menjadi alay bukanlah berarti harus melulu negatif!
setuju?

salam alayoung :)
pekik semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar