Minggu, 05 Januari 2014

inspirasi dari masjid andalusia


ahad, di sebuah perjalanan hari yang terus berjalan. nyatanya ini sudah hari kelima di tahun dua ribu empat belas. bagaimana kabar perubahan yang ingin dilakukan oleh kawan-kawan? semoga masih terus diupayakan ya... aamiin.

tetiba, kemarin malam saya ingin sekali berkunjung ke sebuah masjid di bilangan sentul. masjid andalusia namanya. sebuah masjid dengan warna dominan biru ditopang oleh 4 menara yang mengerucut itu seolah berloncatan dalam pikiran saya malam itu. kontan saya mencoba menghubungi salah satu teman untuk mengantar ke sana keesokan paginya. beruntung dia sedang tak memiliki kesibukan, sehingga alhamdulillah dengan baiknya dia mengiyakan permohonan saya. hehehe maklum saya tak miliki kendaraan yang lebih praktis untuk menuju ke sana.

pagi tadi sekitar jam 07:30 akhirnya saya dijemput di kost. kami langsung menuju tempat yang sudah direncanakan. sebuah perjalanan melalui tempat-tempat baru, berhasil saya lalui tadi. selama perjalanan yang hanya sekitar 40 menit saja terpampang banyak pesona alam yang damai. rumah-rumah penduduk, pesawahan yang masih asri, deretan senandung pohon pinus serta beberapa anak-anak yang bermain bola di lapangan. rasanya perjalanan tersebut berhasil membuat saya merasakan bahagia. nyata bahwa inti dan makna perjalanan bukan dilihat dari lamanya perjalanan itu sendiri, melainkan bagaimana kita bisa meresapi dan mengambil pengalaman baru dari situ. sepakat?

singkat cerita, sekitar pukul 08:15 kami sampai di masjid andalusia tersebut. saya sedikit lupa dengan interior masjid tersebut karena kapan pertama kali ke sana pun saya sudah tak ingat. kalau tidak salah takdir pertemuan saya dan masjid tersebut tercatat dalam sebuah ketidaksengajaan ketika transit sholat dzuhur sepulang dari cibitung menuju bogor tahun lalu. ya itu yang berhasil saya ingat.

saya mengambil air wudhu dan bergegas menuju ke atas. kubah bagian dalamnya seketika membuat bibir dan lisan saya melafalkan "subhanallahu". kemudian saya membiarkan diri terlarut dalam amalan sunah berlabel sholat dhuha. selepas sholat dan berdo'a, saya membiarkan mata menyaksikan sekeliling komplek masjid.

pada satu bagian, saya disuguhi hamparan gunung salak yang terlihat megah tersalip segumpalan cumolo nimbus yang bergulung. pada bagian lain, sebuah replika ka'bah yang saya menduga sebagai tempat latihan bermanasik haji kokoh berdiri dengan bentuk kubus dan warna hitamnya yang khas. dan pada bagian satu lagi, terlihat dengan gagah komplek bangunan sekolah dan STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) Tazkia sebagai kampus beratmosfer islam.

sungguh indah dan syahdu menikmati itu semua terangkum dalam sebuah tempat yang sebetulnya cukup dekat dengan kediaman saya selama ini. setelah mengambil beberapa foto, saya merenung. nama andalusia mengingatkan saya pada sebuah kisah heroik, yaitu seorang pahlawan islam bernama Thariq bin Ziyad. ia adalah seorang panglima perang asal negeri Berber, Afrika yang berhasil menaklukan Spanyol atau Andalusia dalam kekuasaan islam. ia adalah seorang muslim yang berhasil membuat Spanyol menjadi pusat ilmu pengetahuan yang berkembang dan gemilang pada masa itu, sekitar tahun 700-an. ALLAHU AKBAR!

saya pun sempat mendengar sebelumnya bahwa sahabat Thariq bin Ziyad pernah memberikan pidato yang tersohor. saya lantas mencarinya di google dan inilah isi pidatonya:

 “Di mana jalan pulang? Laut berada di belakang kalian. Musuh di hadapan kalian. Sungguh kalian tidak memiliki apa-apa kecuali sikap benar dan sabar. Musuh-musuh kalian sudah siaga di depan dengan persenjataan mereka. Kekuatan mereka besar sekali. Sementara kalian tidak memiliki bekal lain kecuali pedang, dan tidak ada makanan bagi kalian kecuali yang dapat kalian rampas dari tangan musuh-musuh kalian. Sekiranya perang ini berkepanjangan, dan kalian tidak segera dapat mengatasinya, akan sirnalah kekuatan kalian. Akan lenyap rasa gentar mereka terhadap kalian. Oleh karena itu, singkirkanlah sifat hina dari diri kalian dengan sifat terhormat. Kalian harus rela mati. Sungguh saya peringatkan kalian akan situasi yang saya pun berusaha menanggulanginya. Ketahuilah, sekiranya kalian bersabar untuk sedikit menderita, niscaya kalian akan dapat bersenang-senang dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, janganlah kalian merasa kecewa terhadapku, sebab nasib kalian tidak lebih buruk daripada nasibku…”


sungguh bergetar hati saya tatkala membacanya. beginilah pemimpin islam berlaku dan memimpin. nyata terlihat bahwa keberanian yang disertai dengan iman mendasari jiwanya. betapa dirindukan sosok-sosok Thariq berseliweran di zaman sekarang. ah, mimpi barangkali... nyatanya indonesia yang secara statistik terdiri dari 83% umat islam, tetapi mentalnya sepertinya tengah diracuni dengan hiburan lawakan yang terus-menerus dibenamkan. nyatanya umat muslim tengah dibuat kehilangan identitasnya dan tak lagi bangga dengan keislamannya dengan beragam strategi musuh ALLAH yang begitu halus tak terlihat. nyatanya umat muslim yang ada sekarang justru lebih senang dengan hal-hal yang justru tak islami. nyatanya, nyatanya dan nyatanyaaaa...

sebentar, saya tak mau mempesimiskan itu semua. saya masih cukup optimis bahwa sosok-sosok Thariq sebetulnya masih ada, dan bahkan banyak. hanya mungkin mereka tak terlihat. mereka sedang berfokus pada perbaikan umat terlebih dahulu dan menghimpun kekuatan. dan saya berdo'a semoga salah satunya adalah saya. saya tidak mau membiarkan kemerosotan moral ini terjadi begitu saja dan saya hanya bisa membantu dengan do'a, karena do'a adalah selemah-lemah iman, sebagaimana dalam hadist berikut:

Dari Abu Sa'id al-Khudrie r.a. beliau berkata: 
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 
Barangsiapa di kalangan kamu melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Sekiranya dia tidak mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan lidahnya. Sekiranya dia tidak mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya. Yang sedemikian itu adalah selemah-lemah iman. 
[HR Muslim]

nyatanya saya masih tegap, nyatanya saya masih sempurna fisik dan akal. nyatanya saya masih miliki tangan, dan nyatanya saya masih punya lidah. jadi insya ALLAH saya mengazzamkan dalam hati bahwa saya akan berbuat. saya akan berkiprah dengan apa yang saya bisa. insya ALLAH. semoga ALLAH meridhoinya. aamiin. wah berat nih dari andalusia kok bisa sampai kemari? hehehe, maaf ya jalan pikiran saya memang suka acak-acakan. hehehe, jalan pikirannya lho ya bukan hatinya. *eh.

alhamdulillah, banyak inspirasi dari perjalanan saya ke masjid andalusia pagi tadi. walau hanya sekitar 40 menit saja saya di sana, tetapi otak saya berpikir keras mengenang bagaimana perjuangan sang penakluk Andalusia. terbersit keinginan saya pribadi untuk becita-cita akan suatu hal, tapi ini masih off the record, biarkan saya dan ALLAH saja yang tahu. hehehe... ah, akhirnya kini sedikit tentang andalusia terwacanakan dalam kelincahan jari-jari saya dalam tulisan ini, sisanya biar terangkum dalam hati untuk memberikan ghiroh tersendiri untuk saya ke depan.

pukul 08:50 saya meninggalkan komplek masjid andalusia untuk kembali ke bogor. waktu saya sedang kurang lapang karena pukul 10:00 sudah harus meninggalkan bogor menuju pasar minggu menghadiri walimahan teman kuliah saya dahulu.

namun, 40 menit yang mungkin berawal dari ke-random-an pikiran saya di malam minggu tersebut, memberikan arti dan makna tersendiri bagi saya. mungkin inilah yang dikatakan orang bahwa bukan seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi dan diabadikan dalam jepretan kamera, tapi seberapa bermakna tempat tersebut dan berhasil diabadikan dalam pemaknaan di hati. itu!!!

saya bersyukur sekali bisa memaknai perjalanan tersebut hingga memberikan cita-cita baru pada saya, dan setidaknya yang paling sederhana adalah saya jadi lebih tahu mengenai pidato sahabat Thariq bin Ziyad yang menggetarkan hati tersebut, dan itu barangkali tidak akan saya ketahui jika saya tidak pernah mengingat sejarah, dan mungkin jika saya tidak datang ke masjid andalusia. akhirnyaaaa... semoga suatu saat saya bisa menginjakkan kaki ke Andalusia yang sebenarnya tuk saksikan jejak kemenangan islam beberapa abad lalu. aamiin.

penasaran ingin ke masjid andalusia juga? sempatkan diri yaaa, kawan... berikut fotonya:

kubah dan salah satu menaranya yang gagah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar